Teknik Pengolahan Sampah Plastik Dengan Benar

Teknik pengolahan sampah plastik sangatlah penting karena plastik merupakan salah satu benda yang sulit terurai dalam tanah. Apabila Anda memiliki banyak benda plastik, maka yang bisa Anda lakukan ialah mendaur ulang atau membakarnya supaya tidak menyebabkan polusi tanah. Namun, dampak lain yang ditimbulkan ialah polusi udara dimana kandungan karbon monoksida yang berlebih dapat mengganggu pernafasan bagi masyarakat sekitar.

6 Teknik Pengolahan Sampah Plastik

1. Pastikan Anda mendaur ulangnya dengan baik

Banyak sekali wadah plastik yang bisa digunakan secara berkala sesuai dengan bentuknya. Bentuk tersebut bisa dialihfungsikan untuk berbagai kegunaan yang sedang Anda butuhkan. Hal ini sudah sering kali disampaikan dalam kampanye-kampanye guna mengurangi dan menanggulangi penggunaan plastik.

2. Lakukan pemilahan sampah plastik berdasarkan jenis

Plastik memiliki banyak jenis, salah satunya PVC. Anda dapat lebih mudah untuk mengaturnya ketika Anda sudah memilahnya berdasarkan jenisnya. Karena setiap jenis plastik memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, sehingga Anda bisa lebih mudah dalam melakukan tindakan selanjutnya.

3.Gunakan botol untuk menyiram tanaman

Caranya dengan melubangi badan botol kemudian letakkan di dalam tanah. Pastikan untuk meletakkannya di sebelah tanaman. Setelah itu tutupi dengan tanah, namun sisakan leher botol di permukaan tanah. Dengan begitu, maka Anda bisa mengisinya dengan air dan air tersebut dapat diserap langsung oleh akar-akar tanaman.

4.Gunakan botol sebagai pancuran air

Teknik ini paling mudah, sebab Anda hanya perlu melubangi tutup botolnya lalu isi penuh botol tersebut dengan air. Dengan begitu, maka Anda sudah bisa membuat pancuran air dari botol.

5.Gunakan botol sebagai rumah kaca

Anda bisa membuat rumah kaca secara sederhana untuk tanaman Anda. Apabila Anda memiliki tanaman sayur atau sebagainya, Anda bisa meletakkan botol di tempat tidur taman Anda. Sehingga, terlihat botol tersebut mengelilingi tanaman Anda. Sebelumnya, buka tutup botol dan potong bagian bawah botol. Dengan begitu maka bisa dimanfaatkan sebagai rumah kaca. Cara ini merupakan salah satu teknik konvensional yang dapat mengurangi potensi sampah plastik dalam mencemari lingkungan.

6.Gunakan sebagai pot bunga

Berbagai jenis plastik bisa dimanfaatkan sebagai pot. Dengan bentuknya yang bermacam dan karakteristik plastik yang tahan air dan panas, maka cocok untuk digunakan sebagai media menanam bunga. Anda hanya perlu menghias atau mengecat bagian luarnya saja, jika Anda merasa kurang estetik untuk dipajang.

Melakukan Pemilahan Sampah Berdasarkan Jenis

Secara garis besar, perbedaan antara sampah organik dan anorganik terletak pada bagaimana sampah tersebut terurai. Untuk sampah organik, proses penguraian terjadi secara alamiah dan biologis, sedangkan sampah anorganik hanya bisa diurai dengan cara-cara tertentu, seperti didaur ulang.

Adapun yang termasuk sampah organik, antara lain sampah sisa makanan dan beberapa contoh sampah anorganik adalah kertas, kaleng, dan juga plastik. Idealnya, kedua jenis sampah ini harus dipisahkan agar cara pengolahan sampah organik dan anorganik yang Anda lakukan nantinya jadi lebih mudah untuk dikelola.

Pengelolaan Limbah Botol

Memilah limbah botal adalah salah satu bentuk dukungan terhadap proses reuse dan recycle. Pengelolaan limbah botol merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbunan limbah botol di TPA maupun dampak pencemarannya. Pendekatan yang dapat diterapkan untuk mengelola limbah botol yaitu

  1. Reduce: Mengurangi semua bentuk perilaku maupun aktivitas yang dapat menghasilkan limbah botol.
  2. Reuse: Memanfaatan kembali limbah-limbah botol ke fungsi awalnya.
  3. Recycle: Mengelola kembali limbah botol menjadi barang yang bermanfaat ataupun bernilai ekonomis.

Dengan menerapkan konsep 3R maka kita turut berkontribusi dalam mengurangi kuantitas limbah botol yang berakhir di TPA, mengurangi permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia, mewujudkan sirkular ekonomi, mengurangi penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, dan yang terpenting menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan.