Silase Untuk Mengawetkan Rumput Pakan Kambing Dengan Cepat
Sebagai negara yang terletak di daerah tropis, Indonesia hanya mengalami dua musim, antara lain musim hujan dan musim kemarau. Oleh karena itu kita wajib mengetahui silase untuk mengawetkan rumput pakan kambing dengan cepat.
Pada musim hujan, pertumbuhan rumput hijauan sangat melimpah, memudahkan akses ke pakan ternak,dan sebaliknya saat musim kemarau tiba, jumlah rumput hijauan menjadi jauh lebih sedikit dan tidak sebanyak pada musim hujan.
Untuk mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau, biasanya para peternak menggunakan cara mengawetkan rumput pakan kambing dengan teknologi silase agar rumput hijauan bertahan lama hingga musim hujan berikutnya, karena jika tidak kita awetkan sering kali membusuk dan tidak layak diberikan kepada ternak kambing.
Hal ini menjadi kekhawatiran utama bagi peternak ruminansia yang bergantung pada pakan hijauan.
Sebagai solusi, salah satu metode yang sangat efektif untuk mengatasi kelangkaan pakan adalah dengan mengawetkannya selama musim hujan. Salah satu teknik pengawetan yang umum digunakan adalah pembuatan silase.
Cara Membuat Silase Untuk Mengawetkan Rumput Pakan Kambing Dengan Cepat dan Simple
Silase adalah pakan yang mengandung kadar air tinggi hasil fermentasi, yang diberikan kepada hewan ternak ruminansia. Biasanya, silase dibuat dari rerumputan (seperti rumput gajah), jagung, sorghum, dan tanaman serealia lainnya, memanfaatkan seluruh bagian tanaman, bukan hanya bijinya.
Selain itu, silase juga dapat dibuat dari bahan lain seperti hijauan kelapa sawit, singkong, padi, rami, dan limbah pasar.
Tujuan utama dari pengawetan dengan metode silase adalah untuk mengurangi kadar air pada hijauan hingga mencapai tingkat di mana aktivitas air dalam sel tanaman dapat menghambat perkembangan mikroba.
Proses pengawetan ini akan memengaruhi fisik dan komposisi kimia hijauan, menyebabkan hilangnya beberapa nutrisi yang dapat mempengaruhi nilai gizi pakan kambing tersebut.
Prinsip Pembuatan Silase Untuk Mengawetkan Rumput Pakan Kambing Dengan Cepat
1. Kondisi Anaerob
Untuk mendapatkan kondisi anaerob, yang berarti tanpa oksigen, beberapa langkah penting perlu dilakukan:
- Pemadatan Bahan:Hijauan yang telah dicacah harus dipadatkan dengan baik, menggunakan alat atau dengan diinjak-injak, untuk meminimalkan keberadaan udara yang tersisa.
- Tempat Penyimpanan: Pastikan silo atau wadah penyimpanan tidak bocor dan tertutup rapat, bahkan bisa diberi pemberat untuk mencegah udara masuk kedalam silo.
2. Pembentukan Suasana Asam
Suasana asam dibentuk selama proses penyimpanan, yang biasanya melibatkan pembentukan asam laktat. Bisa dengan cara menambahkan bahan pengawet atau aditif secara langsung dan tidak langsung:
- Secara Langsung: Menggunakan bahan yang mengandung natrium bisulfat, sulfur dioksida, klorida, asam sulfat, atau propionat.
- Secara Tidak Langsung:Menambahkan bahan yang mengandung karbohidrat yang siap diserap oleh mikroba
3. Panjang Pemotongan Rumput
Pemotongan rumput sebaiknya tidak terlalu panjang, karena ini dapat menyulitkan saat pengepakan dan kemungkinan masih ada oksigen yang tersisa, mengganggu pencapaian kondisi anaerob. Sebaliknya, pemotongan yang terlalu pendek dapat mengurangi kualitas pakan, seperti menurunkan kandungan lemak susu dan memengaruhi pencernaan ternak.
Jenis Hijauan Silase Untuk Mengawetkan Rumput Pakan Kambing
Berbagai jenis hijauan dapat digunakan untuk pembuatan silase, termasuk:
- Rumput
- Sorghum
- Jagung
- Biji-bijian kecil
Alat:
- Silo:Tempat untuk proses fermentasi dan penyimpanan hijauan, idealnya memiliki kapasitas untuk 50 kg hijauan yang telah dicacah.
- Mesin Pencacah (Chopper) atau Golok:Untuk mencacah hijauan.
- Plastik atau Bahan Pelapis:Untuk melapisi dinding dan penutup silo.
- Pemberat:Seperti ban bekas untuk menekan silo.
Bahan:
- Hijauan makanan ternak (yang telah dipanen)
- Bahan pengawet (aditif) jika diperlukan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Gunakan jas laboratorium saat bekerja.
- Hati-hati saat menggunakan mesin pencacah untuk menghindari cedera.
- Setelah membuka silo, hati-hati terhadap gas yang mungkin terbentuk dan gunakan blower untuk menghilangkannya.
Langkah-langkah Pembuatan Silase
- Persiapan Hijauan: Layukan hijauan dengan meng angin anginkan selama semalaman, lalu cacah menjadi potongan 2-5 cm.
- Pencampuran: Campurkan hijauan dengan bahan pengawet atau aditif jika digunakan, lalu masukkan ke dalam silo. Jika tidak menggunakan aditif, hijauan dapat langsung kita dimasukkan ke dalam silo.
- Pemadatan: Tekan hijauan dalam silo dengan kuat untuk menghilangkan udara, sehingga tercapai kondisi anaerob.
- Penyimpanan:Diamkan selama 30 hari untuk proses fermentasi sebelum membuka silo
Kriteria Silase yang Baik
- pH sekitar 4
- Kandungan air 60-70%
- Bau segar tanpa bau busuk
- Warna hijau yang jelas
- Tidak berlendir atau berbau mentega tengik